<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Peredam Suara - Konsultasi, Design dan Instalasi - VOKUZcom Design Group &#187; Studio Musik</title>
	<atom:link href="http://peredamsuara.com/category/studio-musik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://peredamsuara.com</link>
	<description>Studio Musik, Home Theater dan Gangguan Suara</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jul 2010 10:22:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Tiga Kesalahan Umum Insulasi Suara</title>
		<link>http://peredamsuara.com/2009/04/17/kesalahan-insulasi-suara/</link>
		<comments>http://peredamsuara.com/2009/04/17/kesalahan-insulasi-suara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 06:46:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peredam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Insulasi Suara]]></category>
		<category><![CDATA[Noise Control]]></category>
		<category><![CDATA[Studio Musik]]></category>
		<category><![CDATA[insulasi suara]]></category>
		<category><![CDATA[kedap suara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peredamsuara.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[1. Kesalahan Analisa
Kesalahan yang paling mendasar pada saat memulai pekerjaan insulasi suara adalah tidak melakukan analisa terlebih dahulu atau melakukan analisa yang salah. Faktor – faktor yang perlu di analisa sebelum melakukan tindakan insulasi suara adalah sebagai berikut:

Menganalisa sumber bunyi yang menganggu darimana asalnya. Bisa ditentukan dari yang paling umum adalah indra pendengaraan, hingga mengunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Kesalahan Analisa</strong></p>
<p>Kesalahan yang paling mendasar pada saat memulai pekerjaan insulasi suara adalah tidak melakukan analisa terlebih dahulu atau melakukan analisa yang salah. Faktor – faktor yang perlu di analisa sebelum melakukan tindakan insulasi suara adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Menganalisa sumber bunyi yang menganggu darimana asalnya. Bisa ditentukan dari yang paling umum adalah indra pendengaraan, hingga mengunakan alat bantu.</li>
<li>Mengukur kekuatan suara yang akan di insulasi dengan memakai alat ukur yang telah terlebih dahulu di kalibrasi agar nilai hasil pengukuran dapat dipertanggung jawabkan. Pengukuran tidak direkomendasikan hanya berdasarkan intuisi / <em>feeling</em> seseorang.</li>
<li>Setelah itu perlu pula diketahui frekuensi suara yang akan di insulasi. Apakah bunyi mendesis sebuah peralatan atau dentuman bass dari sebuah sub woofer?</li>
<li>Tahapan selanjutnya adalah menganalisa bagaimana suara tersebut merambat dari sumber bunyi ke tempat yang terganggu. Apakah suara merambat melalui media udara: dalam ruang, udara bebas, dan lain – lain atau merambat melalui struktir benda padat seperti tanah, konstruksi bangunan dan lain – lain.</li>
</ul>
<p>Apabila kita tidak melakukan hal tersebut diatas dan langsung melakukan tindakan pemasangan insulasi suara maka insulasi suara yang di pasangkan tidak akan berfungsi dengan baik atau tambah memperparah masalah yang ada.</p>
<p><strong>2. Kesalahan Pemakaian Bahan</strong></p>
<p>Kesalahan kedua yang umumnya di temukan di lapangan adalah penggunaan bahan yang secara ”mitos” mampu menginsulasi suara yang sangat populer di sebut – sebut oleh masyarakat umum. Berikut adalah beberapa contoh kesalahan dalam penggunaan bahan insulasi suara:</p>
<ul>
<li>Penggunaan      gipsum dan mineral wool untuk meredam suara drum pada ruang studio musik</li>
<li>Penggunaan      rockwool dan karpet pada dinding studio musik</li>
<li>Kaca      film untuk menginsulasi suara</li>
<li>Busa      telor untuk menginsulasi suara</li>
<li>Lembaran      karet untuk menginsulasi suara</li>
<li>Gabus      (steroform) untuk menginsulasi suara</li>
<li>Busa      untuk menginsulasi suara</li>
</ul>
<p>Bahan yang di sebutkan diatas tidak efektif untuk menginsulasi suara karena bahan tersebut tidak memiliki massa yang besar. Bahan yang efektik untuk menginsulasi suara adalah bahan dengan massa yang besar sehingga memiliki sound transmission loss yang cukup tinggi dan mampu mengurangi rambatan getaran. Salah satu contoh bahan yang memenuhi syarat tersebut adalah Acourete Mat yang memiliki Sound Transmission Loss yang cukup besar yaitu 17 dB pada frekuensi 125 Hz, 31 db pada 1000 Hz dan 52 dB pada 4000 Hz.</p>
<p><strong>3. Kesalahan Perencanaan Desain dan Sistem Pemasangan</strong></p>
<p>Apabila kita sudah benar dalam menganalisa sumber suara dan pemilihan bahan maka kita masuk ke tahapan membuat perencanaan desain insulasi suara dan sistem pemasangan.</p>
<p>Dari data – data analisa sumber suara, besaran suara, cara merambat suara, data teknis bahan maka kita dapat melakukan perencanaan dan perhitungan sistem insulasi yang benar.</p>
<p>Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sistem insulasi adalah:</p>
<ul>
<li>Sistem Insulasi Getaran yang tidak      benar sehingga kurang efektif meredam suara yang merambat pada media padat</li>
<li>Sistem Peredaman Resonansi yang tidak benar sehingga sistem insulasi kurang bekerja sempurna karena resonansi yang terjadi pada sistem insulasi yang ada</li>
<li>Aplikasi pekerjaan lapangan yang tidak tepat seperti lupa menutup lubang, atau beberapa kelalaian kecil yang berakibat fatal.</li>
</ul>
<p>Demikianlah tiga kesalahan yang umumnya diperbuat oleh masyarakat umum dalam hal melakukan pekerjaan insulasi suara.</p>
<p>Herwin Gunawan dan Donny Surya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peredamsuara.com/2009/04/17/kesalahan-insulasi-suara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Contoh perhitungan RT60 untuk studio musik, home theater dan ruang musik lain</title>
		<link>http://peredamsuara.com/2008/10/21/perhitungan-reverb-time/</link>
		<comments>http://peredamsuara.com/2008/10/21/perhitungan-reverb-time/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 03:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peredam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akustik Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[Panel Akustik]]></category>
		<category><![CDATA[Studio Musik]]></category>
		<category><![CDATA[acoustic room design]]></category>
		<category><![CDATA[Akustik Studio Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis Peredam Suara]]></category>
		<category><![CDATA[peredam suara]]></category>
		<category><![CDATA[Perhitungan Akustik]]></category>
		<category><![CDATA[reverb time]]></category>
		<category><![CDATA[reverb time 60]]></category>
		<category><![CDATA[rt 60]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peredamsuara.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Bahan peredam suara dalam mengatasi gema &#8211; perhitungan RT60
 
1. PENDAHULUAN
Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan artikel akustik: Cara Menghitung Resonansi pada Ruang. Setelah mendapatkan dimensi ruang dengar yang ideal tahap selanjutnya adalah mengukur gema ruang dengar dan menetralisir gema ruang dengar.
Setiap ruangan memiliki gema dengan karakteristik gema yang berbeda satu dengan yang lain. Karakter [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bahan peredam suara dalam mengatasi gema &#8211; perhitungan RT60</strong></p>
<hr size="1" /><!-- / icon and title --> <!-- message --></p>
<div id="post_message_284"><strong><span style="text-decoration: underline;">1. PENDAHULUAN</span></strong></p>
<p>Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan artikel akustik: Cara Menghitung Resonansi pada Ruang. Setelah mendapatkan dimensi ruang dengar yang ideal tahap selanjutnya adalah mengukur gema ruang dengar dan menetralisir gema ruang dengar.</p>
<p>Setiap ruangan memiliki gema dengan karakteristik gema yang berbeda satu dengan yang lain. Karakter gema di ruangan ditentukan atas tiga parameter yaitu: level gema, waktu gema dan frekuensi gema.</p>
<p>Untuk membuat ruang dengar dengan akustik yang baik adalah kita harus mampu menerapkan komposisi akustik treatment yang tepat. Sehingga kita mendapatkan ruangan dengan level gema, waktu gema dan frekuensi gema yang flat pada tiap tingkatan frekuensi. Ruangan dengan tingkat gema yang pas akan memberikan nuansa ruang live musik yang baik apabila kita membangun ruang untuk musik, atau dialog yang jelas terdengar pada beragam lokasi di ruang tersebut apabila tujuan kita membangun ruang tersebut untuk keperluan seminar.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">2. PEMAHAMAN RT60 (Reverberation Time)</span></strong></p>
<p>Ada beragam metode pengukuran waktu gema tetapi yang paling sering di gunakan adalah Reverberation Time 60dB yang lebih dikenal dengan istilah RT 60. Definisi RT60 adalah waktu (detik) yang dibutuhkan untuk suara melemah sebanyak 60dB.</p>
<p>Untuk membuat ruangan dengan hasil akustik yang baik kita perlu menghitung:<br />
(1) Besaran gema (RT60) rata &#8211; rata pada ruangan (detik)<br />
(2) Besaran gema (RT60) pada frekuensi tertentu (detik)</p>
<p>Waktu gema yang ideal (RT60) untuk ruang dengar dengan volume 10 meter kubik adalah 0.9 detik dan 500 meter kubik adalah 1.4 detik. Jika angka (RT60) ruang jauh lebih kecil dari angka patokan di atas kita akan merasakan ruangan yang cenderung mati (dead room) atau jika angka (RT60) ruang jauh di atas angka patokan di atas kita akan merasakan ruang yang terlalu bergema.</p>
<p>Misalnya anda memiliki ruangan dengan ukuran 29 meter kubik maka ideal nya waktu gemanya (RT60) adalah 1,15 detik. Tetapi jika ruangan tersebut memiliki waktu gema (RT60) sebesar 1.7 detik maka ruangan tersebut membutuhkan material serap suara. Atau sebaliknya jika pada ruangan tersebut memiliki waktu gema (RT60) sebesar 0,7 detik maka ruangan tersebut dapat kita sebut sebagai dead room dimana pada ruang tersebut banyak terdapat material serap suara.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>2. RUMUS PERHITUNGAN RT60</strong></span></p>
<p>Setiap material memiliki karakter serap dan pantul yang berbeda untuk frekuensi yang berbeda. Misalnya material semen cenderung untuk memantulkan nada tinggi dan untuk nada rendah di teruskan. Sedangkan karpet cenderung untuk menyerap nada tinggi dan meneruskan nada rendah. Sering saya melihat orang membuat ruang studio atau ruang audio dengan memasang karpet di lantai dan dinding. Ruang seperti ini cenderung untuk memberikan efek suara yang “boomy” (dengung) dengan detail suara yang tidak baik.</p>
<p>Rumus perhitungan RT60 adalah sebagai berikut:</p>
<p>RT60 = (0,161 x V) / (A x S)</p>
<p>V = volume ruangan (m3)<br />
A = luas permukan material (m2)<br />
S = koefisien serap material (m/detik)</p>
<p>Untuk mendown-load tabel koefisien sabine untuk beragam jenis material silakan klik link <a href="http://vokuz.com/file/sabine.pdf" target="_blank">http://vokuz.com/file/sabine.pdf</a></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">3. CONTOH PERHITUNGAN RT60</span></strong></p>
<p>Berikut contoh soal perhitungan frekuensi gema ruang dengar.Jika kita mempunyai ruang dengar dengan dimensi:</p>
<p>Panjang 6.6 m; Lebar 4.8 m; Tinggi 2.4 m</p>
<p>Permukaan lantai: Beton<br />
Permukaan dinding: Semen<br />
Permukaan Plafon: Semen</p>
<p>Dengan data diatas pertama &#8211; tama kita perlu menghitung volume ruangan tersebut.<br />
Untuk menghitung volume ruangan rumus nya adalah: panjang x lebar x tinggi.<br />
Maka kita dapat perhitungan volume ruang = 6.6m x 4.8m x 2.4m = 76.032 m3</p>
<p>Langkah kedua adalah menghitung luas masing &#8211; masing permukaan tiap bahan yang ada dalam ruangan. Pada contoh soal ini kita perlu menghitung luas total permukaan beton dan luas total permukaan semen.<br />
Luas total permukaan beton = (6.6 x 4.8) = 31.68 m2<br />
Luas total permukaan semen = luas total dinding + luas plafon = 2(6.6 x 2.4) + 2(4.8 x 2.4) + (6.6 x 4.8) = 86.40 m2</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">A. PERHITUNGAN RT60 RUANG SEBELUM TREATMENT AKUSTIK</span></p>
<p>Dari data di atas mari kita buat tabel perhitungan sbb:</p>
<div><img src="http://vokuz.com/gambar/tab11.1.gif" border="0" alt="" /></div>
<p>Keterangan perhitungan:<br />
1. S125, S250, S500, S1000, S2000, S4000 adalah koefisien serap material (semen/beton) pada frekuensi 125Hz, 250Hz, 500Hz dan selanjutnya.<br />
Angka koefisien serap dapat di download di: <a href="http://vokuz.com/file/sabine.pdf" target="_blank"><span style="color: #800080;">http://vokuz.com/file/sabine.pdf</span></a></p>
<p>2. S125 x A adalah koefisien serap 125 Hz dikali dengan luas bidang serap. Dari tabel diatas S125 x A untuk bahan beton = 0,317</p>
<p>3. RT 60 untuk frekuensi tertentu di ruangan didapat dari angka 0.161 x volume ruang di bagi dengan total S x A. Dari tabel di atas kita dapatkan RT 60 untuk frekuensi 125 Hz adalah 0,482 detik.</p>
<p>4. Apabila seluruh angka sudah di hitung dengan baik maka kita dapat membuat tanggapan frekuensi ruangan tersebut menjadi seperti contoh dibawah ini.</p>
<div><img src="http://vokuz.com/gambar/art11B1.gif" border="0" alt="" /><br />
A2. Grafik frekuensi gema sebelum treatment</div>
<div>Grafik A2. memberikan gambaran:<br />
1. Pada frekuensi 1000 Hz gema (RT60) berlangsung selama 2.993 detik dan gema pada frekuensi 125 Hz selama 0.482 detik. Hal ini menyebabkan selisih fase dan selisih waktu untuk suara pada frekuensi 125Hz dan pada frekuensi 1000Hz.<br />
Faktor negatif untuk hal diatas adalah rusaknya stereo imaging suara serta kenyaman orang dalam menyimak dialog ataupun musik menjadi berkurang.<br />
2. RT 60 rata &#8211; rata sebesar 1,776 detik. Dimana angka tersebut di atas dari angka RT60 yang ideal yang di anjurkan untuk ruang tersebut.</div>
<div><span style="text-decoration: underline;">B. LANGKAH TREATMENT AKUSTIK</span></div>
<p>Untuk mendapatkan RT60 yang ideal kita perlu melakukan:<br />
1. Mengurangi RT60 sampai dengan angka yang ideal untuk ruangan dengan volume di atas<br />
2. Mengurangi RT60 pada frekuensi 1000 Hz dengan kombinasi material akustik yang tepat</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">C. HASIL TREATMENT AKUSTIK YANG IDEAL</span></p>
<p>Setelah dianalisa dan dihitung dengan cermat maka dipilihlah material akustik dengan komposisi:</p>
<p>1. Lantai Karpet dengan luas permukaan bidang 31,68 m2<br />
2. Dinding dan plafon MDF dengan luas permukaan bidang 76,40 m2<br />
3. Panel Acourete Fiber dengan luas permukaan bidang 10 m2.</p>
<p>Mari kita lihat perbedaan nya dengan membuat tabel perhitungan dan grafik seperti dibawah ini.</p>
<div><img src="http://vokuz.com/gambar/tab11.2.gif" border="0" alt="" /></div>
<blockquote><p><img src="http://vokuz.com/gambar/art11B2.gif" border="0" alt="" /></p>
</blockquote>
<blockquote><p>B2. Grafik frekuensi gema setelah treatment</p>
</blockquote>
</div>
<div id="post_message_284">Grafik B2. garis warna merah jambu menggambarkan waktu gema (RT60) ruangan sebelum treatment pada tingkatan frekuensi yang berbeda. Garis biru tua menggambarkan waktu gema (RT60) ruangan yang telah ditreatment.</p>
<p>Dari grafik di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa:</p>
<p>1. RT 60 rata &#8211; rata ruang telah berkurang dari 1,776 menjadi 0,426<br />
2. Grafik RT 60 untuk tiap tingkatan frekuensi menjadi lebih landai berkisar antara 0,3 &#8211; 0,6 detik di banding grafik sebelumnya antara 0,4 &#8211; 2,5 detik.</p>
<p>Demikian artikel ringkas mengenai perhitungan gema ruangan RT60 beserta contoh soal cara mengatasi masalah tersebut. Semoga tulisan yang sederhana ini dapat berguna bagi pehobby, praktisi dan pembaca pada umumnya.</p>
<p>Salam,<br />
Herwin Gunawan</p>
<p><a href="http://vokuz.com/" target="_blank">www.vokuz.com</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peredamsuara.com/2008/10/21/perhitungan-reverb-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghitung Resonansi pada Studio Musik, Home Theater dan ruang musik lain</title>
		<link>http://peredamsuara.com/2008/10/21/resonansi-studio-musik-home-theater/</link>
		<comments>http://peredamsuara.com/2008/10/21/resonansi-studio-musik-home-theater/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 02:36:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>peredam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akustik Ruang]]></category>
		<category><![CDATA[Studio Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Acoustical Design Engineering]]></category>
		<category><![CDATA[akustik]]></category>
		<category><![CDATA[Akustik Studio Musik]]></category>
		<category><![CDATA[cara menghitung resonansi]]></category>
		<category><![CDATA[kedap suara]]></category>
		<category><![CDATA[mengatasi gema]]></category>
		<category><![CDATA[Panel Akustik]]></category>
		<category><![CDATA[peredam suara]]></category>
		<category><![CDATA[Perhitungan Akustik]]></category>
		<category><![CDATA[resonansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://peredamsuara.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya menulis artikel Vokuz Cineplan, yaitu panduan dasar untuk membuat ruang dengar yang baik untuk home theater / high end audio. Setelah memuat tulisan tersebut di majalah Audio Interior dan website Vokuz.Com saya banyak menerima telpon, email dan pertanyaan. Misalnya: Bahan apa yang baik untuk akustik ruang? Ruang dengar saya ukuran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu saya menulis artikel Vokuz Cineplan, yaitu panduan dasar untuk membuat ruang dengar yang baik untuk home theater / high end audio. Setelah memuat tulisan tersebut di majalah Audio Interior dan website Vokuz.Com saya banyak menerima telpon, email dan pertanyaan. Misalnya: Bahan apa yang baik untuk akustik ruang? Ruang dengar saya ukuran 4 meter x 4 meter, menurut orang tidak bagus. Tapi mengapa? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.</p>
<div>Termotivasi dengan pertanyaan – pertanyaan tersebut saya coba membuat artikel tentang akustik. Artikel ini membahas tentang: resonansi, gema/gaung (reverberation), pantulan dan pengaturan posisi. Karena panjangnya materi yang dibahas saya membagi tulisan saya menjadi 4 bagian. Yang saya mulai dengan pembahasan resonansi ruang dengar.</div>
<p>Resonansi adalah kejadian alam yang didefinisikan sebagai berikut: <em>Turut bergetarnya suatu benda/massa pada frekuensi tertentu akibat adanya sumber suara</em>. Jadi partikel udara di ruang dengar kita turut bergetar pada frekuensi tertentu apabila ada sumber suara di ruang tersebut.</p>
<div><strong>Catatan: Ada beberapa anggapan bahwa dengan memasang peredam, maka </strong><strong>Masalah resonansi akan selesai. Hal ini tidak benar karena resonansi terjadi bukan </strong><strong>akibat pantulan, melainkan turut bergetarnya partikel udara yang diapit oleh </strong><strong>dinding pembatas</strong>.</div>
<div><strong>A. Berapa frekuensi resonansi ruang dengar kita?</strong></div>
<div>Ruang dengar umumnya terdiri dari 3 permukaan yang sejajar yaitu:</div>
<div>(1) Langit-langit dan lantai,<br />
(2) Dinding muka dan belakang,<br />
(3) Dinding kiri dan kanan.</div>
<div>Frekuensi resonansi yang terjadi pada dua permukaan paralel dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:</div>
<div><strong>Fr = 300 / 2L</strong></div>
<div>Fr = Frekuensi resonansi.<br />
300 = adalah kecepatan suara (meter/detik).<br />
L = jarak antara permukaan parallel.</div>
<div>Jadi jika kita memiliki ruang dengar dengan lebar 3 meter maka frekuensi resonansi terhadap lebar adalah sebagai berikut:</div>
<div><strong>Fr = (300m/s) / (2 x 3m) = 50Hz</strong></div>
<div>Dan frekuensi resonansi diikuti oleh frekuensi harmonis kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.</div>
<div>Jadi kita memiliki frekuensi resonansi untuk ruang lebar 3m adalah:</div>
<div>Fr1=50Hz; Fr2=100Hz; Fr3=150Hz; Fr4=200Hz; Fr5=250Hz; Fr6=300Hz; Fr7=350Hz.</div>
<div>Dimana:<br />
Fr2 adalah Frekuensi resonansi harmonis kedua<br />
Fr3 adalah Frekuensi resonansi harmonis ketiga<br />
… Dst.</div>
<div>Dan apabila panjang ruangan dengar kita adalah 6 meter maka kita dapat frekuensi<br />
resonansi sebagai berikut:</div>
<div><strong>Fr = (300m/s) / (2 x 6m) = 25Hz</strong></div>
<div>Fr1=25Hz; Fr2=50Hz; Fr3=75Hz; Fr4=100Hz; Fr5=125Hz; Fr6=150Hz; Fr7=175Hz;<br />
Fr8=200Hz; Fr9=225Hz; Fr10=250Hz; Fr11=300Hz; Fr12=325Hz; Fr13=350Hz</div>
<div>Dari situ terlihat bahwa Fr2 frekuensi resonansi panjang ruangan = 50Hz dan Fr1 frekuensi lebar ruangan = 50Hz atau sama, lalu pada frekuensi 100Hz, 150Hz, 200Hz, 300Hz, 350Hz. Hal ini menyebabkan frekuensi 50Hz, 100Hz, 150Hz, 200Hz, 250Hz, 300Hz, 350Hz menjadi tebal / dominant. Gejala ini membuat ruang dengar menjadi tidak natural (dominant pada frekuensi tertentu). Pada gambar 1 terlihat duplikasi angka 50, 100, 150, 200, 250, 300, 350 yang mana mewakili penebalan frekuensi resonansi. Sedang pada sumbu Y angka deltanya sama yaitu 25.</div>
<div><img src="http://vokuz.com/gambar/010gbr1.gif" border="0" alt="" /><br />
Gambar 1<br />
Grafik tanggapan frekuensi resonansi ruang dengar; p=6m, l=3m</div>
<p>Akibatnya suara natural yang dihasilkan dari perangkat sumber yang diperkuat oleh amplifier yang juga sudah natural keluar lewat speaker yang juga natural menjadi tidak natural (tanggapan frekuensinya) karena frekuensi resonansi ruang dengar tersebut sangat dominant pada frekuensi 50Hz, 100 Hz, 150 Hz, 200 Hz, 250 Hz, 300 Hz dst. Akibatnya ruang dengar kita menciptakan distorsi harmonis yang selama ini tidak kita sadari. Ini menjawab pertanyaan mengapa ruang dengan yang panjang dan lebarnya sama persis tidak baik.</p>
<p><strong>B. Bagaimana menanggulangi hal ini?</strong><br />
<strong>Bagaimana membuat frekuensi ruang dengar kita senatural mungkin?</strong></p>
<p>Untuk membuat ruang dengar dengan frekuensi yang natural/terdistribusi merata, MM. Louden pakar akustik membuat table (Tabel 1).<br />
Tabel ini berisi perbandingan antara panjang lebar dan tinggi ruang. Angka x dan y untuk panjang/lebar atau sebaliknya.</p>
<div><img src="http://vokuz.com/gambar/010tab1.gif" border="0" alt="" /><br />
Tabel 1. MM Louden Ratio</div>
<p>Jadi jika tinggi ruang dengar kita adalah 2,2 meter maka: Lebar ruang sebaiknya 1,4 x 2,2 meter = 3,08 meter dan Panjang ruang sebaiknya 1,9 x 2,2meter = 4,18 meter (Tabel 1 – Kualitas 1).</p>
<p>Dengan demikian frekuensi resonansi yang terjadi adalah seperti Tabel 2 berikut:</p>
<div><img src="http://vokuz.com/gambar/010tab2.gif" border="0" alt="" /></div>
<p>Kalau angka dari tabel diatas kita buat dalam bentuk grafik menjadi seperti grafik di bawah ini.</p>
<div><img src="http://vokuz.com/gambar/010gbr2.gif" border="0" alt="" /></div>
<div>Gambar 2<br />
Grafik tanggapan frekuensi resonansi pada ruang dengar; p=4,18m, l=3,08m, t=2,2m</div>
<p>Dari Gambar 2 di atas terlihat bahwa distribusi frekuensi resonansi yang terjadi cukup merata di hampir semua frekuensi, dan pada sumbu Y (delta) angka nya bervariasi. Pada ruang ini distorsi harmonis yang terjadi jauh lebih kecil dibanding ruang dengar pada pembahasan pertama.</p>
<p>TIPS: Sangat sulit untuk mendapat ruang dengar dengan proposi panjang, lebar dan tinggi persis dengan tabel MM Louden. Ada beberapa cara untuk mendapat proporsi ruang dengar dengan ukuran ideal sesuai dengan tabel MM Louden.</p>
<p>Yaitu: Membuat panggung pada lantai sehingga di dapat tinggi ruang yang ideal<br />
Membuat dinding penyekat sehingga didapat panjang/lebar yang ideal<br />
Membuat plafon dengan kemiringan tertentu. Dimana posisi speaker berada di plafon yang lebih rendah dan pendengar diplafon yang lebih tinggi<strong>.</strong></p>
<p>Untuk melihat beberapa contoh pembuatan plafon miring atau dinding miring silakan lihat di Acourete Forum.</p>
<p>Demikian tulisan dari saya tentang frekuensi resonansi ruang dengar. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam,<br />
Herwin Gunawan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://peredamsuara.com/2008/10/21/resonansi-studio-musik-home-theater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
